This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 21 Juli 2010

Keunggulan dan Kelemahan CDMA 450

CDMA 450 merupakan teknologi 3G yang menggunakan interface CDMA 2000 1x. Beberapa keunggulan dari CDMA 450 ini adalah:
• Sinyal 450 MHz menghasilkan loss propagation yang lebih rendah sehingga dapat menghasilkan suatu area cakupan yang lebih luas dibandingkan frekuensi yang lebih tinggi dalam grup CDMA 2000 yang sama.
• Cakupan yang lebih luas berarti lebih sedikit base stations yang dibutuhkan untuk jaringannya, selain itu biaya dari pengembangan infrastruktur jauh lebih murah.
• Cakupan CDMA 450 sampai dengan 50 km, sedangkan pada W-CDMA memiliki jarak propagasi hanya 2 km.
• CDMA 450 memiliki kecepatan data mendekati 2.4 Mbps (Huawei mencapai 1.9 Mbps dalam percobaannya) dan dapat mendukung beberapa layanan seperti push-to-talk, location-based services dan UIM, GSM compatible SIM card.
• Dengan standarisasi CDMA yang menggunakan kanal 1.25 MHz, pita 450 MHz memberikan kapasitas yang baik sekali.
• Mendukung UIM berarti bahwa CDMA 450 roaming dapat juga dimungkinkan di masa yang akan datang.
• Teknologi ini merupakan satu cara yang cukup efektif untuk mengurangi biaya dengan area rural yang cukup luas untuk membawa layanan 3G pada mayoritas populasi.
• CDMA 450 juga compatible secara menyeluruh dengan upgrade di masa yang akan datang seperti EV-DO 1x dan EV-DV 1x.
Kelemahan CDMA 450 :
• Tidak dapat roaming antar operator, kecuali jika operator lain juga memakai frekuensi yang sama.
• Minimnya perangkat untuk aksesoris pribadi (pelanggan).

Spektrum dan Standar CDMA 450

Frequency bands CDMA2000 1x pada frekuensi 450 MHz dapat dilihat pada gambar berikut ini:


CDMA 450 memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan dengan teknologi CDMA lainnya yang beroperasi pada frekuensi lebih tinggi. Hal ini dapat di lihat pada tabel berikut:
Perbandingan Coverage CDMA2000 pada Frekuensi 450 MHz



Area Cakupan CDMA450

Metoda Akses Jamak pada CDMA

Code Division Multiple Access adalah teknik akses jamak yang didasarkan pada sistem komunikasi spektral tesebar, dimana masing-masing pengguna diberikan suatu kode yang unik dan saling orthogonal. Hal ini direpresentasikan pada gambar berikut:



Sistem CDMA tidak mengalokasikan frekuensi ataupun waktu dalam slot user tetapi memberikan hak kepada semua user untuk menggunakan keduanya secara simultan. Untuk melakukan hal ini, sistem CDMA menggunakan suatu sistem komunikasi yang dikenal dengan nama Spread Spectrum. Setiap user diberikan kode yang bandwidth sinyalnya menyebar dalam suatu cara sehingga hanya kode yang sama saja yang dapat me-recover sinyal pada receiver. Metode ini memiliki properti dimana sinyal yang tidak diinginkan dengan kode yang berbeda yang ikut disebar akan terlihat seperti noise pada receiver.

CDMA450

CDMA Development Group (CDG) menyebut teknologi CDMA2000 1X pada frekuensi 450 MHz dengan sebutan CDMA450. Teknologi ini makin diminati banyak negara. Teknologi CDMA 450 mendapat perhatian yang luas di seluruh kawasan Afrika, Asia, dan Amerika Latin.


Teknologi ini populer karena tidak terlalu mahal untuk digunakan. CDMA450 juga mampu memberi layanan telepon dan akses ke internet pada area yang luas dan berpenduduk tidak terlalu padat.
Teknologi CDM450 mempunyai keuntungan pada segi daya jangkau, kapasitas, kapabilitas data dan fleksibilitas. Hal ini memungkinkan operator seluler menjangkau lebih banyak kawasan layanan suara dan data secara cepat berharga murah.



Di Indonesia, operator seluler yang menggunakan teknologi ini adalah PT Mandala Seluler Indonesia dengan produknya Ceria. Layanan ini sudah beroperasi sejak Februari 2005 di daerah Lampung (Sumatra). Saat ini Ceria bisa menyuguhkan layanan komunikasi suara, SMS dan voice mail.

CDMA450 Network pada Lucent Technology
ECPC : Executive Cellular Processor Complex
FA : Foreign Agent
FMM : Flexent® Mobility Manager
FPS : Flexent® Packet Switch
IWF : Inter Working Function
PDSN : Packet Data Service Node
RNC : Radio Network Controller
SDHLR: Super Distributed Home Location Register
CDMA 450 merupakan adaptasi dari CDMA 2000. Perubahan menjadi teknologi CDMA450 akan memerlukan transisi secara langsung pada pita frekuensi dari sistem generasi pertama ke sistem generasi ketiga. Frekuensi Nordic Mobile Telephony (NMT) 450 dapat digunakan untuk tiga kanal CDMA 450 yang menyediakan kapasitas yang sangat baik untuk transfer data.

Power Control Arah Reverse

Teknik power control yang digunakan pada arah reverse terdiri dari reverse link open-loop power control dan reverse link closed-loop power control. Pada reverse link open-loop power control yang berperan aktif adalah mobile station. Tujuan open-loop power control ini adalah untuk mengestimasi path loss dan loss akibat shadowing yang terjadi antara base station dan mobile station serta mengatur daya pancar permulaan kanal akses dari mobile station. Mobile station memperkirakan pathloss yang terjadi dengan cara mengukur level daya terima pada mobile station dengan menggunakan sirkit automatic gain control (AGC), yang akan memberikan perkiraan kasar loss propagasi bagi setiap user.
Pada reverse link closed-loop power control yang berperan aktif adalah base station. Perangkat demodulator di setiap sel harus mengukur rasio kuat sinyal terima terhadap interferensi (SNR) dan Eb/No setiap mobile station yang berada pada daerah cakupannya. Kemudian hasil pengukuran tersebut dibandingkan dengan nilai SNR dan Eb/No yang telah ditargetkan dan sebuah power adjustment command (perintah pengaturan daya) dikirimkan pada mobile station tersebut. Power adjustment command dari base station ini kemudian dikombinasikan dengan estimasi daya pancar dari mobile station yang diperoleh melalui open loop power control untuk mendapatkan nilai daya pancar mobile station yang seharusnya.

Power Control Arah Forward

Untuk arah forward, sistem CDMA2000 1x menggunakan fast closed loop power control melalui forward link dedicated channels. Tujuan utama fast closed loop power control ini adalah untuk memperbaiki performansi mobile station yang berada di pinggir sel dimana sinyal dari base station semakin lemah sedangkan interferensi dari base station lain semakin kuat. Yang berperan aktif dalam metode fast closed loop power control adalah base station dengan mekanisme power control sebagai berikut, base station secara periodik menurunkan daya pancarnya, sementara mobile station mengukur frame error ratio (FER) yang terjadi. Ketika mobile station mendeteksi terjadinya FER sebesar 1%, maka mobile station meminta base station agar tidak lagi menurunkan daya pancarnya.

Mekanisme Power Control Pada Sistem CDMA2000 1x

Mekanisme power control dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas suara dan kapasitas sistem. Pada sistem seluler berbasis CDMA, power control dibutuhkan untuk mengurangi near/far effect pada arah reverse dan othercell interference pada arah forward. Berdasarkan parameter yang akan diukur, teknik power control dapat diklasifikasikan menjadi tiga metode:
1. Berdasarkan kuat sinyal terima
Pada metode ini, hasil pengukuran kuat sinyal terima di base station dibandingkan dengan kuat sinyal terima yang diinginkan. Perintah untuk menurunkan atau menaikkan daya pancar dilakukan berdasarkan hasil perbandingan tersebut.
2. Berdasarkan Signal to Noise Ratio (SNR)
Pada metode ini, hasil perhitungan rasio kuat sinyal terima terhadap noise (SNR) dibandingkan dengan rasio kuat sinyal terima terhadap noise (SNR) yang telah ditentukan. Dimana noise tersebut terdiri dari channel noise dan multiuser interference.
3. Berdasarkan Bit Error Rate (BER) dan Frame Error Rate (FER)
Bit Error Rate didefinisikan sebagai rata-rata jumlah bit yang salah jika dibandingkan dengan bit-bit dari persamaan awal. Sedangkan Frame Error Ratio didefinisikan sebagai rata-rata kesalahan frame yang diusahakan tidak lebih dari 1%.
Sistem CDMA2000 1x menerapkan power control arah reverse dan power control arah forward.

Struktur Layer Sistem CDMA2000



● Upper layer terdiri dari tiga layanan dasar, yaitu :
Layanan suara termasuk akses public switched telephone network (PSTN), layanan komunikasi bergerak, dan internet telephony.
Layanan end user data-bearing yaitu layanan yang melayani berbagai bentuk kepentingan data end user termasuk packet data, circuit data services, dan SMS.
Persinyalan yang mengatur seluruh operasi perangkat bergerak.
● Link layer menyediakan berbagai level karakteristik kualitas sesuai dengan layanan upper layer yang dikehendaki. Layer ini menyediakan protokol dan mekanisme pengontrolan untuk layanan data dan melakukan berbagai fungsi yang diperlukan untuk transportasi data sesuai dengan kemampuan dan karakteristik dari physical layer.
Link layer dibagi dalam beberapa sublayer :
a. Link access control (LAC)
Sublayer LAC mengatur komunikasi point to point antar bagian upper layer dan menyediakan framework untuk mendukung protokol link layer yang handal.
b. Medium access control (MAC)
Sublayer MAC memiliki tiga fungsi dasar, yaitu :
Media access control state merupakan prosedur untuk mengontrol akses layanan data ke physical layer (termasuk pengontrolan beberapa akses dari satu pengguna)
Best effort delivery merupakan transmisi melalui link radio dengan radio link protocol yang merupakan link terbaik
Pengontrolan multiplexing dan QoS yang mengatur akses layanan dari berbagai layanan yang tersedia.
● Layer fisik melakukan layanan pengkodean dan modulasi untuk seperangkat kanal logik yang digunakan oleh sublayer PLDCF MUX dan QoS

Sistem Seluler CDMA2000 1x

CDMA2000 adalah pengembangan dari sistem cdmaOne yang mampu mengakomodasi layanan data berkecepatan tinggi. CDMA2000 memiliki dua fasa pengembangan yaitu CDMA2000 1x dan CDMA2000 3x. Perbedaan mendasar kedua fasa tersebut terletak pada kecepatan data yang dikirimkan. Fasa kedua memiliki kecepatan data sampai 15,6 Mbps. Sedangkan CDMA2000 1x memiliki kecepatan data sampai 614 Kbps. Jaringan radio sistem CDMA2000 1x memiliki berbagai pengembangan seperti metode power control yang lebih baik.





Konfigurasi jaringan CDMA2000 1x secara umum seperti yang dapat dilihat pada gambar diatas, terdiri dari :
● Base Transceiver Station (BTS)
BTS berfungsi mengalokasikan frekuensi dan daya serta walsh code yang akan digunakan oleh pelanggan. BTS memiliki peralatan fisik radio yang digunakan untuk mentransmisikan dan menerima sinyal CDMA2000 ke pelanggan dan sebaliknya. Beberapa fungsi lainnya yaitu mengontrol frekuensi pembawa jamak pada site, mengatur alokasi daya untuk trafik overhead dan soft handoff pada arah forward dan mengenali kode-kode walsh.
● Base Station Controller (BSC)
BSC berfungsi mengontrol semua BTS yang berada di dalam daerah cakupannya serta mengatur rute paket data dari BTS ke PDSN atau sebaliknya serta trafik suara dari BTS ke MSC atau sebaliknya.
● Mobile Switching Center (MSC)
MSC atau sering juga disebut sebagai interface antara BSC-BSC dengan public voice (PSTN) dan jaringan data (ISDN) melalui gateway MSC (G-MSC), mempunyai beberapa kegunaan sebagai berikut :
a. Mengatur komunikasi diantara pelanggan seluler dengan pelanggan jaringan telekomunikasi lainnya.
b. Melakukan koordinasi setting-up panggilan dari dan keluar user seluler.
c. Merupakan otak dari sistem radio seluler.
d. Mengatur panggilan baik originating maupun terminating calls.
e. Bertanggung jawab untuk set-up, routing, informasi accounting, kontrol dan terminasi panggilan.
● Packet Data Serving Node (PDSN)
PDSN merupakan komponen baru yang terdapat dalam sistem seluler berbasis CDMA2000 yang bertujuan untuk mendukung layanan paket data dan membentuk sejumlah fungsi utama dalam hal pemaketan data antara lain :
a. Membentuk, mengatur, dan menghapuskan sesi point-to-point protocol (PPP) dengan pelanggan.
b. Mendukung layanan packet simple Internet Protocol (IP) dan mobile IP. Mengirim packet dari dan menuju jaringan packet data eksternal.
c. Melakukan proses Authentication, Authorization, and Accounting (AAA) terhadap mobile station client menuju AAA server, serta Mengumpulkan penggunaan data yang terhubung dengan AAA server.
● Authentication, Authorization, and Accounting (AAA)
AAA melakukan proses authentication, authorization, dan accounting untuk jaringan packet data. AAA server berkomunikasi dengan PDSN melalui IP dan melakukan fungsi-fungsi sebagai berikut :
a. Authentication yang terhubung dengan koneksi PPP dan mobile IP.
b. Authorisasi untuk profil layanan, distribusi, keamanan, dan manajemen.
● Home Agent
Home Agent berfungsi untuk menelusuri lokasi mobile station sekaligus mengecek apakah paket data telah diteruskan pada mobile station tersebut.
● Router
Router berfungsi untuk melakukan routing packet dari dan menuju elemen-elemen jaringan dalam sistem CDMA2000.
● Firewall
Firewall diperlukan untuk mengatur keamanan selama koneksi.

Sistem Komunikasi Bergerak Seluler

Sistem Komunikasi Bergerak Seluler merupakan sistem komunikasi dengan media transmisi tanpa kabel (ruang bebas), yang mampu memberikan derajat mobilitas yang baik pada user (MS). Sistem ini dikatakan seluler karena coverage jaringannya dibagi dalam beberapa sel. Arsitektur umum sistem komunikasi bergerak seluler dapat dilihat pada gambar:


Pada gambar diatas terlihat bahwa sistem komunikasi bergerak seluler terdiri atas beberapa perangkat :
Mobile Station / Mobile Unit (MS)
MS adalah perangkat yang dibawa oleh user yang terdiri dari Subscriber Transceiver, Control Unit, dan Antena.
Mobile Telephone Switching Office / Mobile Switching Centre (MTSO / MSC)
MSC merupakan pusat koordinasi dari semua cell site yang ada dan berfungsi sebagai perangkat penyambung utama. Elemen – elemen MSC adalah Switching Unit, Processor (Database Processor, Switch Processor, dan Coordination Processor), dan Database Unit yang terdiri dari :
■ Visitor Location Register (VLR), penyimpan data – data temporer yang masuk dari MSC lain dan sifatnya resident.
■ Home Location Register (HLR), penyimpan data – data tetap dari pelanggan dalam MSC itu sendiri.
Radio Base Station / Base Transceiver Station (RBS / BTS)
RBS merupakan perangkat transceiver yang berhubungan dari / ke pelanggan (interface / repeater antara MS dan MSC). Elemen – elemen RBS adalah Transceiver, Control Unit / BSC / Base Station Controller, Antena, dan Data Terminal.